Postmodernisme

Pada dasarnya teori posmodernisme atau dikenal sebagai “Posmo” merupakan reaksi keras terhadap dunia modern. Posmodernisme adalah kondisi dimana masyarakat tidak lagi diatur oleh prinsip barang, melainkan produksi dan reproduksi informasi, dimana sektor jasa menjadi sektor yang paling menentukan. Masyarakat adalah masyarakat konsumen yang tidak lagi bekerja demi memenuhi kebutuhan, melainkan demi memenuhi gaya hidup.

Mengapa Masyarakat Berubah :
Masyarakat berubah karena adanya factor-faktor yang bersifat internal dan eksternal, yang bersifat material ataupun nonmaterial. David MC Clelland menyebutkan factor hasrat untuk meraih nilai prestasi (N-Ach = Need for Achievement) sebagai factor perubahan.
Faktor Internal :
1. Perubahan aspek demografi (bertambah atau berkurangnya penduduk)
2. Konflik antar kelompok dalam masyarakat
3. Terjadinya gerakan social dan/atau pemberontakan (Revolusi)
4. Penemuan-penemuan baru yang meliputi : Discovery, Invention, dan Inovation
Faktor Eksternal
1. Pengaruh kebudayaan masyrakat lain yang meliputi Proses-proses difusi (penyebaran unsur kebudayaan), akulturasi (Kontak kebudayaan), dan asimilasi (Perkawinan budaya)
2. Perang dengan Negara atau masyarakat lain.
3. Perubahan lingkungan alam, misalnya disebabkan oleh bencana

Pasca Modernisme mempunyai 2 karakter pokok, diantaranya :
1. Gaya Estetis dan Artistik. Karateristik ini menolak kode-kode artistic dari era modernisme.
2. Posisi teoritis dan filosofis yang menolak kaidah-kaidah pemikiran modern

Ciri-ciri masyarakat Pasca Modernisme :
1. Pengaruh budaya dan media massa yang menjadi sedemikian kuat dalam hidup social dan era sebelumnya.
2. Hidup social dan ekonomi lebih berkisar pada konsumsi simbol-simbol dan gaya hidup dari pada produksi barang yang menjadi cirri khas dari era industry
3. Serangan atau kritik atau ide tentang realitas dan representasinya
4. Yang menjadi prinsip pemersatu dari produksi kultural adalah imaji dan ruang, bukan lagi narasi dan sejarah
5. Muncullah aneka macam parody, pastiche, ironi, kitsch dan elektismepop seperti tampak pada pementasan wayang kulit, dalam babak “Goro-Goro” dimana tokoh Bima didarat berbicara kepada Gatot Kaca yang melayang diudara dengan menggunakan mobile phone
6. Bentuk-bentuk arsitektur urban menunjukkan gejala penonjolan hiburan, “Leha-leha” dan gaya hidup, seperti paling jelas tampak dalam pusat-pusat perbelanjaan seperti real estate, kondominium dan apartement
7. Hibriditas dipuja, rigiditas distingsi (Klasifikasi, batas-batas, seperti batas antara budaya tinggi atau elite dan budaya rendah atau popular) semakin mengabur atau bahkan ditinggalkan.

Adapun tokoh-tokoh Pasca Modernnisme adalah
1. Jean-Franqois Lyotard
Menurut Lyotard, kita memasuki pintu gerbang era pasca modern dimana sains, teknologi, dan sistem administrasi yang njilemet, serta computer berkembang sedemikian pesat sehingga “Pengetahuan menjadi prinsip produksi yang menentukan selama beberapa decade ini”

2. David Harvey
Saat ini kita hidup didalam dunia, dimana media, hiburan, dunia fashion dan pencitraan menjadi semakin penting. Hasilnya adalah sebuah budaya yang dicirikan oleh kedangkalan (Superficiality) dimana produk baru susul menyusul dengan produk sebelumnya.

3. Scott Lash
Menurut lash, Moderinisme adalah sebuah proses differensiasi cultural, dimana :
*. Yang cultural memisahkan dari yang sosial
*. Bentuk-bentuk cultural yang tadinya tidak terdistingsikan dengan jelas mulai terbedakan satu dengan yang lain. Contohnya differensiasi ini adalah : Pemisahan seni religious dan sekuler, atau pembedaan antara seni dengan sains
Lash juga membedakan 2 macam Pasca Modernisme :
*. Spektral (Berkaitan dengan pengertian konvensional tentang pasca modern, yaitu, sebagai proyek main-main, tidak serius, simulacrum, konsumerisme individualis dan kedangkalan
*. Organis (Berkaitan dengan mentasnya gerakan-gerakan social baru seperti gerakan perempuan, gerakan hijau, gay dan lesbian, dan lain sebagainya)

Ada 3 kritik mengenai Pasca Modernisme, yaitu :
1. Persoalan Waktu
Istilah Pasca Modernisme lebih banyak melontarkan problematika dari pada penyelesaiannya. Lebih lanjut lagi, ia melihat pembabakan pasca modernisme sebagai semacam sejarah atau periodisasi semu yang cenderung mereduksi karya-karya artistic. Modernisme menjadi karikatur yang terlalu disederhanakan mengabaikan kompleksitasnya dan melupakan eksistensi trend anti modern yang sudah ada sebelum pasca modern muncul dipermukaan

2. Defenisi (Soal Periodisasi)
Kritik terhadap banyaknya defenisi Pasca Modernitas, diantaranya :
*. Pasca Modernitas sebagai gaya arsitektur
*. Pasca Modernitas sebagai semakin mengaburnya batas antara realitas dan televise
*. Pasca Modernitas sebagai konsumerisme dan melimpahnya pilihan
Sementara bagi Filsuf, Pasca Modernitas mengacu kepada situasi akal budi yang radikal dan peragu.

3. Cakupan (Extant/Scope)
Kritik Pasca Modernitas adalah adanya pendapat yang mengatakan bahwa kita telah memasuki sebuah tatanan social dan cultural yang sama sekali baru adalah pendapat yang terlalu dilebih-lebihkan.

Kaitan antara Diskursus Pasca Modernitas dengan Global Budaya
1. Kesamaan focus perhatian dari literatur tentang globalisasi maupun diskursus pasca modernitas yaitu pada budaya (Misalnya : Media, Konsumerisme, dan turimsme)
2. Pengakuan atas multikulturalitas, relativisme, refleksivitas, perbedaan dan kritik terhadap konsep Modernitas Barat.

Kesimpulan :
1. Pasca Modernisme adalah akumulasi dari peradaban Barat, yaitu : Industrialisasi, Urbanisasi, Kemajuan teknologi, dan kehidupan dalam jalur cepat
2. Selain itu masyrakat juga sudah lebih memilih budaya konsumerisme, fashion dan juga hiburan

Daftar Bacaan :

McClelland, David C. 1987. Memacu masyarakat berprestasi : mempercepat laju pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan motif berprestasi. Jakarta. Intermedia

Mugasejati, Nanang Pamuji. 2006. Kritik Globalisasi dan Neoliberalisme. Yogyakarta : Fisipol UGM

Sutrisno, Mudji. 2005. Toeri-Teori Kebudayaan. Yogyakarta. Kanisius

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s