Perubahan Perpustakaan & Perilaku Pemustaka Dalam Mencari Infomasi

1. Pendahuluan

Informasi merupakan istilah yang tidak asing lagi bagi kita. Dalam beberapa tahun ini ramai dibicarakan sebuah era atau abad yang dikaitkan dengan informasi. Shannon mengatakan bahwa informasi adalah sesuatu yang membuat pengetahuan kita berubah yang secara logis mensahkan perubahan, memperkuat atau menemukan hubungan yang ada pada pengetahuan yang kita miliki. Defenisi ini memberikan pengertian bahwa informasi dapat mengubah pengetahuan yang dimiliki seseorang, bisa mengganti pengetahuan yang dimilikinya atau justru memperkuat dan menambah pengetahuan yang dimiliki seseorang. Dengan perubahan tersebut maka seseorang dapat mengubah pola hidupnya baik kearah positif maupun kearah negative tergantung informasi yang diperolehnya.

Munculnya informasi di masyarakat menyebabkan masyarakat harus mengelola informasi. Bagaimana cara anggota masyarakat memperlakukan informasi, penghargaan terhadap informasi, bagaimana cara orang mencari informasi, bagaimana cara orang membutuhkan informasi, memunculkan istilah masyarakat informasi. Menyimpulkan pendapat beberapa pakar maka masyarakat informasi diartikan suatu masyarakat dimana kualitas hidup dan juga prospek perubahan social dan pembangunan ekonomi, tergantung pada peningkatan dan pemanfaatan informasi. Dalam masyarakat seperti ini standar hidup, pola kerja dan kesenangan, sistem pendidikan, dan pemasaran barang-barang sangat dipengaruhi oleh akulasi peningkatan informasi.

Masyarakat saat ini memang telah tergantung kepada informasi, dan sekarang juga tergantung kepada teknologi penyimpanan informasi. Teknologi komputer dan teknologi informasi. Teknologi komputer dan teknologi informasi telah memberikan jawaban terhadap kebutuhan teknologi penyimpanan informasi tersebut.

II. Perubahan Sosial Masyarakat

Pengertian perubahan sosial, menurut ”Gillin and Gillin” adalah suatu variasi dan cara-cara hidup yang telah diterima baik karena perubahan-perubahan kondisi geografis, kebudayaan, komposisi penduduk, ideologi maupun karena adanya difusi (penemuan-penemuan baru dalam masyarakat). Menurut ”Rogers”, perubahan sosial melewati beberapa tahap, diantaranya:
1. Invensi, yaitu suatu situasi atau kondisi seseorang untuk menciptakan ide. Ide tersebut bisa datang dari bahan pustaka, penelitian orang lain atau tulisan orang lain.
2. Adopsi, yaitu suatu proses yang menunjukkan bahwa informasi tersebut bisa diterima oleh individu maupun masyarakat
3. Konsekuensi, yaitu keadaan individu atau masyarakat untuk bisa menerima atau menolaj terhadap perubahan tersebut.
Proses perubahan masyarakat (social change) terjadi karena manusia adalah makhluk yang berfikir dan bekerja. Selain itu manusia juga selalu berusaha untuk memperbaiki nasibnya dan sekurang-kurangnya berusaha untuk mempertahankan hidupnya.

Dalam keadaan demikian, terjadilah sebab-sebab perubahan (menurut ”Robert L. Sutherland, dkk.) yaitu : Inovasi (penemuan baru/perubahan), Invensi (penemuan baru), Adaptasi (penyesuaian secara sosial dan budaya), Adopsi (penggunaan dan penemuan baru/teknologi). Telah dinyatakan, bahwa perubahan masyarakat dalam abad ini terutama disebabkan oleh kemajuan teknologi yang tidak lain merupakan hasil kemajuan ilmu pengetahuan (mental) manusia itu sendiri.

Jadi, sekarang manusia harus mengikuti perubahan teknologi dengan akibat peradaban masyarakatnya tanpa mengarahkannya pada kemunduran (regress) tetapi menjadikannya suatu kemajuan (progress) untuk manusia. Selanjutnya, tidak semua penemuan baru/modernisasi mengalami penyebaran (diffusion) dan penggunaan (adoption), sehingga karenanya kemajuan teknologi kadang-kadang juga tidak mengakibatkan perubahan masyarakat. Salah satu dasar agar perubahan masyarakat dan kemajuan teknologi dapat dipergunakan untuk kemajuan sosial adalah, bahwa penggunaan penemuan baru diadakan dalam masyarakat yang sudah disiapkan untuk mengadakan kemajuan masyarakat yang diinginkan.

III. Perubahan Perpustakaan

Perpustakaan adalah salah satu unit kerja yang berupa tempat untuk mengumpulkan, menyimpan, mengelola, dan mengatur koleksi bahan pustaka secara sistematis untuk digunakan oleh pemakai sebagai sumber informasi sekaligus sebagai sarana belajar yang menyenangkan (Darmono, 2 : 2001). Perpustakaan adalah suatu unit kerja dari suatu badan atau lembaga tertentu yang mengelola bahan-bahan pustaka baik berupa buku-buku maupun bukan berupa buku (non book material) yang diatur secara sistematis menurut aturan tertentu sehingga dapat digunakan sebagai sumber informasi oleh setiap pemakainya (Sismanto, 2008). Dalam pengertiannya yang muktakhir seperti yang tercantum dalam keputusan Presiden RI nomor 11, disebutkan bahwa perpustakaan merupakan salah satu sarana pelestarian bahan pustaka sebagai hasil budaya dan mempunyai fungsi sebagai sumber informasi ilmu pengetahuan, teknologi dan kebudayaan dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan menunjang pelaksanaan pembangunan nasional.

Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa perpustakaan adalah suatu organisasi yang bertugas mengumpulkan informasi, mengolah, menyajikan dan melayani kebutuhan informasi bagi pemakai perpustakaan. Dari pengertian tersebut terlihat bahwa perpustakaan adalah suatu organisasi, artinya perpustakaan merupakan suatu badan yang di dalamnya terdapat sekelompok orang yang bertanggung jawab mengatur dan mengendalikan perpustakaan.

Tugas utama perpustakaan adalah mengumpulkan informasi, mengolah, menyajikan dan melayani kebutuhan informasi bagi pemakai perpustakaan, jadi perpustakaan berkewajiban mengelola informasi yang dibutuhkan pemakai. Informasi tersebut berupa koleksi berwujud benda tercetak (Seperti buku dan majalah) atau juga terekam (seperti kaset, CD, film, dan sebagainya).

Secara umum perpustakaan mengemban beberapa fungsi. Pertama, fungsi informasi, yaitu perpustakaan yang menyediakan berbagai informasi yang meliputi bahan cetak, terekam, maupun koleksi lainnya agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat pengguna. Kedua, fungsi pendidikan, perpustakaan sebagai sarana untuk meningkatkan mutu pendidikan dan menerapkan tujuan pendidikan. Ketiga, fungsi kebudayaan, perpustakaan sebagai sarana peningkatan mutu kehidupan dan menumbuhkan budaya membaca. Keempat, fungsi rekreasi, perpustakaan sebagai sarana untuk pemanfaatan waktu lenggang dengan bacaan yang bersifat rekreatif dan hiburan positif. Kelima, fungsi penelitian, perpustakaan memiliki koleksi-koleksi untuk menunjang kegiatan penelitian. Keenam, fungsi deposit, perpustakaan berkewajiban menyimpan dan melestarikan karya-karya baik cetak maupun non cetak yang diterbitkan di wilayah Indonesia.

Namun pada kenyataannya belum seluruhnya perpustakaan telah melaksanakan peran dan fungsinya masing-masing sebagaimana yang diharapkan. Menurut Sugiharti bahwa sudah bukan rahasia lagi jika sebuah instansi pendidikan dilaporkan telah memiliki perpustakaan. Ternyata koleksi bahan pustaka yang tersedia seringkali tidak memenuhi kebutuhan perpustakaan yang bersangkutan. Hal ini disebabkan karena motivasi diadakannya buku-buku droping belum jelas arah dan tujuannya. Selain itu, instant pendidikan pada umumnya tidak memiliki tim seleksi dan pustakawan handal yang bisa memberi usulan tentang pemilihan koleksi atau aktif sendiri mencari usaha-usaha untuk memperbanyak koleksi dengan sistem seleksi yang baik.

Efektivitas pemakaian perpustakaan oleh penggunanya sangat bergantung pada apa yang tersedia didalamnya. Salah satu yang paling dominan dan menonjol adalah sumber informasi yang tersedia. Dengan menyediakan sumber informasi yang berkualitas disesuaikan dengan situasi dan kondisi pengguna merupakan satu elemen terpenting. Apabila kebutuhan informasi terpenuhi, tentu saja fungsi utama perpustakaan dapat dipastikan berjalan dengan baik. Dan ujung dari kesemuanya adalah kepuasan pengguna.
Perpustakaan dikatakan ideal apabila memenuhi syarat-sayarat sebagai berikut :
a. Berani memantapkan keberadaan lembaga perpustakaan sesuai dengan jenisnya.
b. Selalu meningkatkan mutu melalui pelatihan-pelatihan bagi tenaga pustakawan
c. Melakukan promosi dan menyelenggarakan jaringan kerjasama baik dalam negeri maupun luar negeri
d. Melakukan upaya-upaya pengembangan dan pembinaan perpustakaan terus menerus dari segi sistem manajemen dan teknis operasional.

Perpustakaan Konvensional menuju Perpustakaan Digital

Perpustakaan digital adalah sebuah sistem yang memiliki berbagai layanan dan obyek informasi yang mendukung akses obyek informasi tersebut melalui perangkat digital (Sismanto, 2008). Layanan ini diharapkan dapat mempermudah pencarian informasi di dalam koleksi obyek informasi seperti dokumen, gambar dan database dalam format digital dengan cepat, tepat dan akurat. Perpustakaan digital itu tidak berdiri sendiri, melainkan terkait dengan sumber-sumber lain dan pelayanan informasinya terbuka bagi pengguna diseluruh dunia. Koleksi perpustakaan digital tidaklah terbatas pada dokumen elektronik pengganti bentuk cetak saja, ruang lingkup koleksinya malah samapi pada artefak digital yang tidak bisa digantikan dalam bentuk tercetak. Koleksi menekankan pada isi informasi, jenisnya dari dokumen tradisional sampai hasil penelusuran.

Perbedaan perpustakaan biasa dengan perpustakaan digital terlihat pada keberadaan koleksi. Koleksi digital tidak harus berada disebuah tempat fisik sedangkan koleksi biasa teletak pada sebuah tempat yang menetap yaitu perpustakaan. Perbedaan kedua terlihat dari konsepnya. Konsep perpustakaan digital identik dengan internet atau komputer, sedangkan konsep perpustakaan biasa adalah buku-buku yang terletak pada suatu tempat. Perbedaan ketiga, perpustakaan digital bisa dinikmati pengguna dimana saja.

Ada beberapa hal yang mendasari pemikiran tentang perlu dilakukannya digitalisasi perpustakaan sebagai berikut :
1. Perkembangan teknologi informasi di komputer semakin membuka peluang-peluang baru bagi pengembangan teknologi informasi perpustakaan yang murah dan mudah diimplementasikan oleh perpustakaan di Indonesia. Oleh karena itu, saat ini teknologi informasi sudah menjadi keharusan bagi perpustakaan di Indonesia, terlebih untuk menghadapi tuntutan kebutuhan kebutuhan bangsa Indonesia sebuah masyarakat yang berbasis pengetahuan terhadap informasi di masa mendatang.
2. Perpustakaan sebagai lembaga edukatif, informative, perservatif dan rekreatif yang diterjemahkan sebagai bagian aktifitas ilmiah, tempat penelitian, tempat pencarian data/informasi yang otentik, tempat menyimpan, tempat menyelenggarakan seminar dan diskusi ilmiah, tempat rekreasi edukatif, dan komtemplatif bagi masyarakat luas. Maka perlu didukung dengan sistem teknologi informasi masa kini dan masa yang akan datang yang sesuai dengan kebutuhan untuk mengakomodir aktifitas tersebut, sehingga informasi dari seluruh koleksi yang ada dapat diakses oleh berbagai pihak yang membutuhkannya dari dalam maupun luar negeri.
3. Dengan fasilitas digitalisasi perpustakaan, maka koleksi-koleksi yang ada dapat dibaca/dimanfaatkan oleh masyarakat luas baik di Indonesia, maupun dunia internasional.
4. Volume pekerjaan perpustakaan yang akan mengelola puluhan ribu hingga ratusan ribu, bahkan bisa jutaan koleksi, dengan layanan mencakup masyarakat sekolah (peserta didik, tenaga kependidikan dan masyarakat luas), sehingga perlu didukung dengan sistem otomasi yang futuristic (punya jangkauan kedepan), sehingga selalu dapat mempertahankan layanan yang prima.
5. Saat ini sudah banyak perpustakaan, khususnya di perguruan tinggi dengan kemampuan dan inisiatifnya sendiri telah merintis pengembangan teknologi informasi dengan mendigitasi perpustakaan (digital library) dan libarary automation yang saat ini sudah mampu membuat jaringan Perpustakaan Digital Nasional (Indonesian Digital Library Network).

Beberapa keunggulan perpustakaan digital diantaranya adalah sebagai berikut. Pertama, long distance service, artinya dengan perpustakaan digital, pengguna bisa menikmati layanan sepuasnya, kapanpun dan dimanapun. Kedua, akses yang mudah. Akses perpustakaan digital lebih mudah disbanding dengan perpustakaan konvensional, karena pengguna tidak perlu dipusingkan dengan mencari di katalog dengan waktu yang lama. Ketiga, murah (soct effective). Perpustakaan digital tidak memerlukan banyak biaya. Mendigitalkan koleksi perpustakaan lebih murah dibandingkan dengan membeli buku. Keempat, mencegah duplikasi dan plagiat. Perpustakaan digital lebih aman, sehingga tidak akan mudah untuk plagiat. Bila penyimpanan koleksi perpustakaan menggunakan format PDF, koleksi perpustakaan hanya bisa dibaca oleh pengguna, tanpa bisa mengeditnya. Kelima, pubikasi karya secara global. Dengan adanya perpustakaan digital karya-karya dapat dipublikasikan secara global ke seluruh dunia dengan bantuuan internet. Selain keunggulan, perpustakaan digital juga memiliki kelemahan. Pertama, tidak semua pengarang mengijinkan karyanya didigitalilkan. Pastinya, pengarang akan berpikir tentang royalty yang akan diterima bila karyanya didigitalkan. Kedua, masih banyak masyarakat Indonesia yang buta akan teknologi. Apabila perpustakaan digital ini dikembangkan dalam perpustakaan diperdesaan. Ketiga, masih sedikit pustakawan yang belum mengerti tentang cara cara mendigitalkan koleksi perpustakaan. Itu artinya butuh sosialisasi dan penyuluhan tentang perpustakaan digital.

IV. Pemanfaatan Internet

Internet telah menjadi jaringan yang terbesar dan terpenting dari jaringan saat ini, dan telah berevolusi menjadi jalan tol informasi global. Internet semakin meluas seiring dan semakin banyaknya bisnis, organisasi komputer dan jaringan yang tergabung dalam web global ini. Secara harafiah, internet adalah rangkain komputer yang terhubung menelusuri beberapa rangkaian. Internet ialah sistem komputer umum yang terhubung secara global dan menggunakan TCP/IP sebagai protocol pertukaran paket (Packet Switching Communication Protocol). Jadi intenet merupakan jaringan komputer (interconnected network) diseluruh dunia, yang berisikan informasi dan juga merupakan sarana komunikasi data baik suara, gambar, video dan teks.

Sebelum internet ada, ARPAnet (US Defense Advance Research Project Agency) atau Departemen Pertahanan Amerika pada tahun 1969 membuat jaringan komputer yang terbesar untuk menghindarkan terjadinya informasi terpusat, yang terjadi perang dapat mudah dihancurkan. Jadi, bila satu bagian dari sumbangan network terganggu oleh serangan musuh, jalur yang melalui sambungan itu secara otomatis dipindahkan ke sambungan lainnya. Setelah itu, internet digunakan oleh kalangan akademis (UCLA) untuk keperluan penelitian dan pengembangan teknologi. Baru setelah itu, pemerintah Amerika Serikat memberikan izin kearah komersial pada awal tahun 1990.

1. Aplikasi Internet

Dengan adanya internet, maka pertukaran informasi jarak jauh akan sangat efektif dan efisien. Internet juga mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan sekarang yaitu pengaksesan informasi berbagai bidang, melakukan surat menyurat melalui e-mail, aktivitas transaksi perdagangan melalui sarana internet (e-commerce), chatting, sarana pemasaran suatu produk, Electronik Library (e-Library) dan lain-lain. Untuk e-library, perpustakaan nasional akan membuat e-library pada tahun 2009 yang tujuannya untuk memudahkan anggotanya mengakses perpustakaan dan memancing minat baca. Saat ini Perpustakaan Nasional telah membeli 40 work station untuk memudahkan pencarian katalog buku bagi anggotanya.

Internet akan bermanfaat jika terdapat aplikasi yang sesuai. Internet telah menyediakan beragam aplikasi yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan, dimana setiap aplikasi tersebut berjalan diatas sebuah protokol tertentu. Istilah protokol di Internet adalah mengacu pada suatu aturan yang mengatur bagaimana sebuah aplikasi berkomunikasi dalam suatu jaringan.

Aplikasi Intenet yang paling popular saat ini adalah WWW (World Wide Web) atau sering disebut “web”. Web adalah sebuah sistem dimana informasi dalam bentuk teks, gambar, suara, dan lain-lain yang tersimpan dalam sebuah internet websever dan dipresentasikan dalam bentuk hypertext. Informasi di web dalam bentuk teks umumnya ditulis dalam format HTML (Hypertext Markup Language), dalam bentuk grafis ditulis dalam format GIF, JPG, PNG. Sedangkan dalam bentuk suara dan video ditulis dalam format WAV, WMA,WMV.

Web dapat diakses oleh perangkat lunak web client yang popular disebut browser. Browser membaca halaman-halaman web yang e-library tersimpan dalam webserver melalui protokol yang disebut HTTP (Hypertext Transfer Protocol). Sebagai dokumen hypertext, dokumen-dokumen di web dapat memiliki link dengan dokumen lain, baik yang tersimpan dalam webserver yang sama maaupun webserver lainnya. Link memudahkan para pengakses web berpindah dari satu halaman ke halaman lainnya.

Seiring dengan semakin berkembangnya jaringan internet di seluruh dunia maka jumlah situs web yang tersedia juga semakin meningkat. Hingga saat ini jumlah halaman web yang bisa diakses melalui internet telah mencapai angka miliaran. Untuk memudahkan penelusuran halaman web, terutama untuk menemukan halaman yang memuat topic-topik yang spesifik, para pengakses web daoat menggunakan suatu mesin pencari (search engine). Penelusuran berdasarkan search engine dilakukan berdasarkan kata kunci (keyword) yang kemudian dicocokkan oleh search engine dengan basis data miliknya. Search engine yang sering digunakan antara lain Google dan Yahoo.

2. Teknik Search Engine

Search engine adalah teknik pencarian informasi di internet dengan memakai perangkat lunak yang secara otomatis akan menelusuri semua isi web. Perangkat lunak yang secara otomatis akan menelusuri semua isi web. Perangkat lunak ini kemudian akan membangun daftar atau indeks dari seluruh halaman informasi yang tersedia dalam internet. Tujuan search engine adalah untuk memudahkan pengguna dalam melakukan pencarian suatu informasi di internet. Program search engine merupakan program yang menyaring berjuta-juta halaman situs yang tersimpan di index untuk dicari kesamaan dari pencarian dan mengurutkannya dalam urutan yang kita-kira relevan dengan kata kunci deskripsi.

Dalam kaitannya dengan pencarian koleksi perpustakaan, sangat diperlukan suatu teknik untuk memudahkan dalam mengakses maupun mendapatkan suatu informasi dengan cepat. Search engine dapat digunakan untuk kalangan pelajar, mahasiswa maupun pengajar (guru dan dosen) dalam pencarian suatu koleksi buku yang ada disebuah lembaga akademi. Dengan menggunakan search engine, kita dapat meminimalkan waktu karena hanya memasukkan kata kunci. Bila kita mencari buku diperpustakaan, misalnya buku kategori “teknologi”, maka kita memasukkan kata kunci “teknologi” secara pasti yang dicari adalah buku dengan kategori teknologi.

Search engine akan menganalisa berapa kali sebuah kata kunci muncul dan hubungannya dengan kata lain, sehingga jika frekuensi sebuah kata kunci muncul semakin tinggi maka akan dianggap lebih relevan dengan halaman situs. Dalam menggunakan kata kunci (keyword) yang singkat tetapi jelas, tidak terlalu umum, dan juga penggunaan operator Boolean (And, Or, Not) akan mempercepat dalam mencari sebuah informasi yang dibutuhkan.

PENUTUP

Setiap masyarakat (manusia) selama hidupnya akan selalu mengalami perubahan. nilai sosial, pola perilaku organisasi, susunan lembaga kemasyarakatan, lapisan sosial, kekuasaan & wewenang, interaksi sosial, dan lain-lain.

Dengan adanya perubahan sosial yang terjadi di masyarakat pada abad ini disebakan oleh kemajuan teknologi yang semakin berkembang. Mau tidak mau masyarakat informasi harus menyesuaikan diri dengan perkembangan tersebut. Begitu juga dengan perpustakaan. Perpustakaan juga semakin berubah dan berkembang dari perpustakaan konvensional ke perpustakaan digital. Sistem perpustakaan digital adalah penerapan teknologi informasi sebagai sarana untuk menyimpan, mendapatkan dan menyeberluaskan informasi ilmu pengetahuan dalam format digital. Atau secara sederhana dapat dianalogikan sebagai tempat menyimpan koleksi perpustakaan yang sudah dalam bentuk digital.

Salah satu perubahan sosial dari sikap masyarakat saat ini adalah mencari informasi melalui internet dengan menggunakan fasilitas web search engine. Banyak masyarakat pada umumnya akhirnya malas untuk mencari informasi di perpustakaan ataupun pusat informasi karena menurut masyarakat informasi terlalu repot harus datang ke perpustakaan mencari buku, belum lagi koleksi perpustakaan tersebut sangat terbatas, sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan informasi yang diperlukan pengguna. Tetapi dengan fasilitas yang ada mereka bisa memanfaatkan layanan web dan juga search engine didalam menemukan informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat tersebut.

Dengan menggunakan search engine, kita dapat meminimalkan waktu karena hanya memasukkan kata kunci. Search engine akan menganalisa berapa kali sebuah kata kunci muncul dan hubungannya dengan kata lain, sehingga jika frekuensi sebuah kata kunci muncul semakin tinggi maka akan dianggap lebih relevan dengan halaman situs. Dan inilah yang menjadi sebuah budaya bagi masyarakat saat ini, budaya “Search Engine”.

DAFTAR PUSTAKA

Sutarno. Perpustakaan dan Masyarakat. Jakarta, Yayasan Obor Indonesia. 2003

Subrata, Gatot. Perpustakaan Digital. http://library.um.ac.id/images/stories/pustakawan/kargto/ Perpustakaan%20Digital.pdf. Diakses pada tanggal 15 Desember 2009

Hastirini, Sri Wahyu. Dampak Perpustakaan Terhadap Perubahan Sosial Masyarakat. http://lurik. its.ac.id/latihan/Perubahan%20sosial.pdf. Diakses pada tanggal 7 Desember 2009

Sosiawan, Edwi Arief. Konsekuensi Sosial Teknologi Komunikasi. http://edwi.dosen.upnyk.ac. id/PTK.12.05.pdf. Diakses pada tanggal 15 Desember 2009

Irhayswarsih, Sri Endah. Pengaruh Teknologi Informasi terhadap Perkembangan Perpustakaan. http://www.lib.itb.ac.id/~mahmudin/makalah/materi- pag07/teknologi%20informasi/4791.pdf. Diakses pada tanggal 15 Desember 2009

Atho’illah, Ulil Fuad. Perpustakaan Berbasis Teknologi Informasi. http://media.diknas.go.id/ media/document/5630.pdf. Diakses pada tanggal 15 Desember 2009

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s