“Internet dan Keterampilan Literasi Informasi”

Internet, mungkin kata ini sudah tidak asing lagi ketika mendengarnya, karena setiap orang sudah sangat kenal dengan internet, tidak hanya orang dewasa saja, anak kecil sekalipun sudah sangat akrab dengan internet.
Internet memberikan banyak kemudahan bagi setiap orang, karena dengan memanfaatkan internet, seseorang dapat memperoleh informasi yang sesuai dengan kebutuhannya, tidak membutuhkan biaya yang mahal dan dapat diakses kapan dan dari mana saja.

Internet merupakan singkatan dari intenational network adalah jaringan informasi global, yakni the largest global network of computer, that enables people throught the world to connect with each other (Cobine 1997), dicetuskan pertama kali ide pembuatannya oleh J.C.R Licklider dari MIT (Massachusetts Institute Technology) pada bulan Agustus 1962. Di Indonesia internet mulai meluas sekitar tahun 1995, sejak berdirinya indointernet (Purbo, 2000).

Dari sudut teknis, internet berarti jaringan komputer global yang terbentuk dari jaringan-jaringan yang berbeda di seluruh dunia yang saling terhubung, agar bisa saling mengakses satu sama lain secara jarak jauh. Bakri (1999) menjelaskan bahwa internet merupakan network dari networks yang menggabungkan ribuan/jutaan jaringan komputer yang digunakan oleh puluhan juta pengguna komputer dari berbagai negara. Hal ini dimungkinkan dengan menghubungkan antar server dari seluruh jaringan komputer dengan bantuan peralatan komunikasi seperti modem, saluran telepon, dan satelit, selama 24 jam. Sedangkan dari segi dokumentasi dan informasi, internet berarti perpustakaan besar yang memuat berbagai macam artikel, buku, jurnal dan foto dalam media elektronik, yang dapat diakses secara leluasa. Sedangkan Dempsey (2000) menjelaskan bahwa dengan adanya internet maka muncullah perpustakaan hibrida (hybrid library) yang mengelola informasi untuk bisa diakses dan disajikan secara meluas, sehingga tidak lain adalah sumber dan penyaji informasi.

Dipandang dari sudut ilmu manajemen perpustakaan, web site (internet) dalam perpustakaan merupakan koleksi khusus yang penuh daya guna (Feather dan Love, 1998)

Dari beberapa pengertian internet diatas maka dapat disimpulkan bahwa internet adalah satu produk dari teknologi informasi, merupakan gabungan dari jutaan jaringan komputer yang digunakan oleh puluhan juta pengguna komputer dari berbagai Negara untuk saling mencari dan saling tukar informasi dari berbagai aspek masalah kehidupan ini dimulai dari a sampai dengan z

Mahasiswa dapat mengakses internet secara online dari berbagai situs yang tersedia di internet, baik dari perpustakaan dalam dan luar negeri, buku elektronik, jurnal ilmiah dan artikel-artikel ilmiah lainnya untuk mendapatkan informasi yang akurat. Selain dari pada itu dapat memanfaatkan situs jejaring sosial seperti facebook dan twitter. Situs jejaring sosial ini bisa membantu seseorang dalam menemukan informasi ilmiah karena selain menjadi sarana rekreasi situs jejaring sosial juga bisa dimanfaatkan untuk memberikan informasi yang ilmiah, karena informasi yang diperoleh dari internet dapat di share kan ke situs jejaring yang kita miliki.

Pemanfaatan internet sebagai sumber pembelajaran mengkondisikan mahasiswa untuk belajar secara mandiri. “Throught independent study, students become doers, as well as thinkers” (Cobine, 1997). Mahasiswa dapat berperan sebagai peneliti, menjadi seorang analis, tidak hanya sebagai konsumen informasi saja. Mereka dapat menganalisa informasi yang relevan dengan pembelajaran dan melakukan pencarian yang sesuai dengan kebutuhan informasi mereka. Mahasiswa juga dapat mempelajari bahan ajar dan mengerjakan tugas-tugas pembelajaran dengan cara mengakses jaringan komputer yang telah diterapkan secara online. Selain itu mahasiswa juga dapat belajar bekerjasama (collaborative) satu sama lain. Mereka dapat saling berkirim e-mail (electronic mail) untuk mendiskusikan bahan ajar serta berkomunikasi dengan teman sekelasnya (classmates) melalui fasilitas instant messenger secara online.

Efektivitas pemanfaatan internet dapat dicerminkan dalam tingkat sampai seberapa seseorang memperoleh hasil atas tindakan atau usahanya untuk memenuhi kebutuhan informasi. Keefektifan pemanfaatan internet dikemukakan oleh Stanin (2001) yang menyebutkan bahwa, seperti halnya pusat informasi besar lainnya, internet, walaupun terkadang bisa menimbulkan konflik akibat dari banyaknya informasi yang diberikan, namun masih efektif bagi mahasiswa untuk mendukung perkuliahan sehari-hari.

Memanfaatkan internet untuk menambah referensi atai sumber pustaka memliki beberapa kelebihan sebagai berikut (Arief Achmad, 2004) :
1. Dimungkinkan terjadinya distribusi pendidikan ke semua penjuru tanah air dan kapasitas daya tampung yang tidak terbatas karena tidak memerlukan ruang kelas;
2. Proses pembelajaran tidak terbatas oleh waktu seperti halnya tatap muka biasa;
3. Pembelajaran dapat memilih topik atau bahan ajar yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan masing-masing;
4. Lama waktu belajar juga tergantung pada kemampuan masing-masing pembelajar/siswa;
5. Adanya keakuratan dan kekinian materi pembelajaran;
6. Pembelajaran dapat dilakukan secara interaktif, sehingga menarik pembelajar/siswa;
7. Memungkinkan pihak berkepentingan (orang tua siswa maupun guru) dapat turut serta menyukseskan proses pembelajaran, dengan cara mengecek tugas-tugas yang dikerjakan secara online.

Mencari informasi di internet tidak segampang yang dibayangkan. Oleh karena itu dibutuhkan keterampilan literasi informasi mahasiswa dalam mencari dan menemukan informasi di internet karena literasi informasi tersebut akan mempengaruhi hasil yang akan ditemukan.

Untuk mendapatkan informasi yang efektif dan efisien, mahasiswa memerlukan keterampilan literasi informasi didalam memanfaatkan internet. Dalam final report America Library Association’s Presidental Committee on Information Literacy (ALA: 1989) memberikan defenisi yang banyak digunakan yaitu, Information literacy is a set of abilities individuals to recognize when information is needed and have the ability to locate, evaluate, and use effectively the needed information. Dapat diartikan bahwa literasi informasi adalah seperangkat kemampuan yang dimiliki seseorang untuk mengetahui informasi yang dibutuhkan dan memiliki kemampuan untuk menempatkan, mengevaluasi, dan menggunakan secara efektif informasi yang dibutuhkan.

Dengan memiliki keterampilan literasi informasi kita memiliki kemudahan-kemudahan dalam melakukuan berbagai hal yang berhubungan dengan kegiatan informasi. Literasi informasi bermanfaat dalam persaingan di era globalisasi informasi sehingga pintar saja tidak cukup tetapi yang terutama adalah kemampuan dalam belajar secara terus menerus.

The American Library Association (ALA) mendefenisikan literasi informasi sebagai istilah yang diterapkan dalam keterampilan informasi untuk memecahkan masalah yang terdiri dari tujuh keterampilan, yaitu :
1. Mendefenisikan kebutuhan informasi, yaitu kemampuan seseorang dalam mengetahui bahwa pengetahuan yang dimilikinya tentang sesuatu subyek tertentu adalah tidak mencukupi. Namun, dia sadar bahwa disekelilingnya ada banyak sumber-sumber yang tersedia dan dapat dimanfaatkan untuk memecahkan berbagai permasalahannya.
2. Menetapkan strategi pencarian, yaitu sebuah proses sebelum pencarian yang dengannya seseorang mampu mengorganisir data yang saat ini telah diketahuinya kedalam beberapa kategori atau subjek dan menentukan kriteria untuk sumber-sumber yang potensial, kemutakhiran bentuk/format dan sebagainya.
3. Mengumpulkan sumber-sumber, yaitu kemampuan seseorang dalam melakukan proses pengumpulan berbagai sumber yang diperlukan baik dalam bentuk tercetak dan non cetak, online dan komputerisasi, interview, para pakar, permohonan dokumen-dokumen pemerintah yang cocok, konsultasi dengan para pustakawan dan para pakar lainnya untuk saran-saran tentang sumber tambahan yang diperlukan
4. Menilai dan memahami informasi, yaitu proses mengorganisir dan menyaring. Kemampuan dalam menyaring dan meneliti kata kunci dan topik-topik terkait, mengevaluasi otoritas dari sumber-sumber, mengidentifikasi kesalahan-kesalahan, pandangan-pandangan, beberapa keberpihakan (bias) dan kemudian kalau perlu, menjelaskan kembali pertanyaan untuk pencarian informasi yang dibutuhkannya.
5. Menerjemahkan informasi melibatkan analisa, sintesa dan evaluasi dan pengorganisasian data terseleksi untuk penggunaan dan kemudian menarik sebuah kesimpulan dari semua yang terkait dengan penelitian tersebut.
6. Mengkomunikasikan informasi yaitu berbagai informasi dengan cara memberikan manfaat kepada orang lain dari pertanyaan riset dalam bentuk laporan, foster, grapik dan yang lainnya.
7. Mengevaluasi produk prosesnya, yaitu melakukan evaluasi terhadap produk dan proses penelitian yang dilakukannya. Keterampilan dalam mengevaluasi tersebut akan dapat menentukan sejauhmana baiknya data yang diperoleh memenuhi apa yang menjadi tujuan dari pada penelitian yang dilakukannya. (Arga, 2009:6)

Dengan memiliki ketujuh keterampilan literasi informasi diatas, semakin mempermudah mahasiswa regular dan yang menulis skrips dalam menelusur informasi sesuai dengan kebutuhan dalam perkuliahan dan penulisan skripsi secara efektif dan efisien karena mahasiswa mampu menganalisa kebutuhan informasi yang diperlukan dan mampu mengumpulkan sumber-sumber informasi yang dipercaya dengan strategi pencarian informasi, mengevaluasi informasi yang diperoleh dan pada akhirnya informasi tersebut dapat dijadikan sebagai satu informasi yang baru.

Dengan demikian efektivitas pemanfaatan internet dengan menggunakan keterampilan literasi informasi sama dengan ketepatgunaan, hasil guna untuk menunjang tujuan. Dengan memaksimalkan pemanfaatan internet, maka urusan perkuliahan terkhusus dalam pencarian informasi dalam memenuhi kebutuhan informasi bagi mahasiswa bisa dibantu dengan memanfaatkan internet.

Bahan Bacaan :

ALA.1989. Presidential Committee on Information Literacy : Final Report. http://www.ala.org/ala/mgrps/divs/acrl/publications/whitepapers/presidential.cfm.

Arief Achmad. Pemanfaatan internet sebagai sumber pembelajaran. tersedia di : http://www.google.co.id.2008
Bakri, Z dan Hapsari, D. 1999. Internet wadah komunikasi global. Media penelitian dan pengembangan kesehatan, 19 (1) 34-49

Cobine, G.R Studying with the computer. ERIC Digest. 1997 (online) tersedia di : http://www.ericfacility.net/ericdigest/ed450069.html

Feather, J dan Love. C. 1998. Special Collection on the World Wide Web : a Survay and Evaluation. Journal of Librarianship and Information Science 30 (4), 215-222

Purbo, O.W. Perkembangan Teknologi Informasi dan Internet di Indonesia. Tersedia di : http://www.ericfacility.net/ericdigest/ed450069.html.2000

Stanin, S. 2001. Critically Evaluation Treatment Effectiveness Internet Research Tip’s For Consumer. Tersedia di http://www.behavior-analysis.org.

4 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s