Transformasi Perpustakaan Sekolah dalam Meningkatkan Minat Baca Siswa

TRANSFORMASI PERPUSTAKAAN SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MINAT BACA SISWA

Abstrak
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, membawa pengaruh besar bagi transformasi layanan perpustakaan, terkhusus perpustakaan sekolah. Konteks layanan prima difokuskan kepada bagaimana pustakawan dapat meningkatkan minat baca siswa dan memberikan informasi secara cepat dan tepat. Untuk mendukung peran tersebut, diperlukan sarana dan prasana yang baik serta pustakawan yang handal dan mempunyai kompetensi dan etos kerja yang tinggi. Transformasi perpustakaan dapat dimulai dari transformasi fungsi perpustakaan, transformasi pustakawan (SDM), fasilitas perpustakaan, program-program yang dapat meningkatkan minat baca siswa dan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Selain itu kerjasama antar perpustakaan juga menjadi salah satu faktor penunjang untuk mewujudkan tujuan perpustakaan sekolah yaitu meningkatkan minat baca dan mewujudkan masyarakat yang cinta perpustakaan.

Kata kunci : Transformasi Perpustakaan, Pustakawan, Minat Baca, dan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

I.PENDAHULUAN

Indonesia merupakan salah satu negara berkembang dengan minat baca masyarakatnya masih rendah. Hal ini dapat dilihat dari beberapa hasil survei yang dilakukan oleh pihak-pihak yang berkompeten. Data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2006 memberitahukan bahwa, masyarakat Indonesia masih belum menjadikan kegiatan membaca sebagai sumber untuk mendapatkan informasi. Masyarakat lebih memilih menonton televisi (85,9%) dan mendengarkan radio (40,3%), dan membaca (23,5%). Artinya, masyarakat Indonesia mendapatkan informasi baru dengan membaca hanya sekitar 23,5% dari total penduduk Indonesia. Salah satu faktor rendahnya minat baca masyarakat Indonesia dapat dipengaruhi oleh kurangnya peran perpustakaan dalam menyediakan informasi yang akurat dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia. UU No. 43 tahun 2007 tentang perpustakaan menyatakan bahwa keberadaan perpustakaan tidak dapat dipisahkan dari peradaban dan budaya umat manusia. Tinggi rendahnya peradaban dan budaya suatu bangsa dapat dilihat dari kondisi perpustakaan yang dimiliki.

Peran perpustakaan tercantum dalam 3 pasal UU No. 43 tahun 2007, yaitu :
1.Pasal 2 : Perpustakaan diselenggarakan berdasarkan azas pembelajaran sepanjang hayat, demokrasi, keadilan, keprofesionalan, keterbukaan, keterukuran, dan kemitraan.
2.Pasal 3 : Perpustakaan berfungsi sebagai wahana pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi untuk meningkatkan kecerdasan dan keberdayaan bangsa.
3.Pasal 4 : Perpustakaan bertujuan memberikan layanan kepada pemustaka, meningkatkan kegemaran membaca serta memperluas wawasan dan pengetahuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Berdasarkan UU No. 3 tahun 2007 tersebut di atas, seharusnya perpustakaan dapat menjadi tempat belajar sepanjang hayat untuk masyarakat Indonesia. Tetapi pada kenyataannya perpustakaan di Indonesia sangat memprihatinkan. Kualitas masyarakat Indonesia ditentukan oleh pendidikan yang ditempuh dan pengaruh perpustakaan dibidang pendidikan, baik perpustakaan sekolah maupun perpustakaan perguruan tinggi untuk menghasilkan masyarakat yang berkompeten. Makalah ini akan membahas tentang perpustakaan sekolah. Masih banyak sekolah-sekolah yang tidak memiliki perpustakaan yang layak, bahkan belum memiliki perpustakaan. Kompas.com pada tanggal 8 Oktober 2010 menyatakan bahwa sebanyak 76. 478 sekolah dari jenjang SD hingga SMA sederajat belum memiliki perpustakaan. Berdasarkan fakta diatas dapat diketahui bahwa dengan kondisi perpustakaan sekolah seperti ini tidak akan dapat meningkatkan minat baca masyarakat.

Perpustakaan Sekolah adalah perpustakaan yang ada di lingkungan sekolah. Diadakannya perpustakaan sekolah adalah untuk tujuan memenuhi kebutuhan informasi bagi pengguna perpustakaan di lingkungan sekolah yang bersangkutan, khususnya para guru dan siswa. Perpustakaan berperan sebagai media dan sarana untuk menunjang kegiatan proses belajar mengajar (PBM) di tingkat sekolah. Oleh karena itu, perpustakaan sekolah merupakan bagian integral dari program penyelenggaraan pendidikan tingkat sekolah.

Tujuan didirikannya perpustakaan sekolah tidak terlepas dari tujuan diselenggarakannya perpustakaan sekolah secara keseluruhan, yaitu untuk memberikan bekal kemampuan dasar kepada peserta didik (siswa). Perpustakaan sekolah sebagai bagian integral dari sekolah, merupakan komponen utama pendidikan di sekolah, diharapkan dapat menunjang pencapaian tujuan tersebut.
Sejalan dengan hal diatas, maka tujuan perpustakaan sekolah adalah sebagai berikut :
a.Mendorong mempercepat proses penguasaan teknik membaca para siswa.
b.Membantu menulis kreatif bagi para siswa dengan bimbingan guru dan pustakawan.
c.Menumbuhkembangkan minat dan kebiasaan membaca para siswa.
d.Menyediakan berbagai macam sumber informasi untuk kepentingan pelaksanaan kurikulum.
e.Mendorong, memelihara, dan memberi semangat membaca dan semangat belajar bagi para siswa.
f.Memperluas, memperdalam dan memperkaya pengalaman belajar para siswa dengan membaca buku dan koleksi lain yang mengandung ilmu pengetahuan dan teknologi yang disediakan oleh perpustakaan.
g.Memberikan hiburan sehat untuk mengisi waktu senggang melalui kegiatan membaca, khususnya buku dan sumber bacaan lain yang bersifat kreatif dan ringan, seperti fiksi, cerpen dan lainnya.
Selain fungsi diatas, ada beberapa tugas perpustakaan sekolah, yaitu :
a.Menghimpun atau mengumpulkan, mendayagunakan, memelihara dan membina secara terus-menerus bahan koleksi atau sumber informasi (bahan pustaka) dalam bentuk apa saja, seperti misalnya buku, buku elektronik, majalah, surat kabar, dan jenis koleksi lainnya.
b.Mengolah sumber informasi dengan menggunakan sistem atau cara tertentu, sejak dari bahan pustaka tersebut datang ke perpustakaan sampai kepada bahan pustaka tersebut siap untuk disajikan untuk dilayankan kepada penggunanya yakni para siswa, guru, dan staf dilingkungan sekolah yang bersangkutan. Kegiatan ini antara lain meliputi pekerjaan penginvetarisasian, pengklasifikasian, penggolongan koleksi, pengatalogan, pelabelan, pembuatan alat kartu dan kantong buku, pembuatan lembar pengembalian buku, dan lain-lain.
c.Menyebarluaskan sumber informasi atau bahan-bahan pustaka kepada segenap anggota yang membutuhkannya sesuai dengan kepentingannya yang berbeda satu dengan yang lain. Termasuk kedalam kegiatan ini adalah pelayanan referens dan informasi, pelayanan peminjaman koleksi, pelayanan promosi, pelayanan bimbingan kepada pembaca dan sebagainya, termasuk pelayanan kepada para siswa dan guru dalam rangka mencari informasi yang berkaitan dengan minatnya.
Untuk mewujudkan tujuan, fungsi, dan tugas perpustakaan sekolah, maka perpustakaan sekolah harus melakukan transformasi untuk dapat meningkatkan minat baca pemustaka, yaitu siswa.

II.URAIAN MATERI

TRANSFORMASI PERPUSTAKAAN SEKOLAH

A.Transformasi Perpustakaan Sekolah
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, transformasi berarti perubahan rupa (bentuk, sifat, fungsi, dan lain sebagainya). Perubahan tersebut dilakukan secara bertahap dan totalitas. Perpustakaan sekolah yang bertransformasi harus menangkap peluang baru dengan menambah nilai perpustakaan itu sendiri, mampu mengikuti arus perkembangan, ekspansi, dan inovasi sehingga menarik untuk dikunjungi. Selain itu perpustakaan sekolah juga harus menyediakan akses informasi multi format, yang bisa menambah nilai informasi dan pengetahuan, sehingga mampu memberikan layanan prima kepada pengguna perpustakaan. Perpustakaan sekolah harus melayani pengguna perpustakaan sebagai mitra atau patner sehingga tercipta suasana yang akrab, dan perpustakaan sekolah harus meningkatkan information skills pustawakan serta pengguna perpustakaan.
Transformasi di perpustakaan dapat dilakukan dari segi fungsi perpustakaan, pustakawan (SDM), program perpustakaan dan fasilitas perpustakaan.

1. Transformasi Fungsi Perpustakaan
Perpustakaan berfungsi sebagai wahana pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi untuk meningkatkan kecerdasan dan keberdayaan bangsa. Perpustakaan sekolah yang bertransformasi harus menangkap peluang baru dengan menambah nilai perpustakaan itu sendiri, mampu mengikuti arus perkembangan, ekspansi, dan inovasi sehingga menarik untuk dikunjungi. Selain itu perpustakaan sekolah juga harus menyediakan akses informasi multi format, yang bisa menambah nilai informasi dan pengetahuan, sehingga mampu memberikan layanan prima kepada pengguna perpustakaan. Perpustakaan sekolah harus melayani pengguna perpustakaan sebagai mitra atau patner sehingga tercipta suasana yang akrab, serta perpustakaan sekolah harus meningkatkan information skills pustawakan serta pengguna perpustakaan. Adapun transformasi fungsi perpustakaan sekolah adalah sebagai berikut :
•Perpustakaan sekolah harus proaktif terhadap kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan ilmu pengetahuan
•Perpustakaan sekolah dapat memanfaatkan dan mengelola TIK
•Perpustakaan sekolah mampu menerapkan konsep-konsep manajemen baru termasuk dalam hubungan dengan pemustaka (siswa).

2.Transformasi Pustakawan
Selain transformasi perpustakaan dibidan teknologi informasi dan komunikasi, transformasi yang tidak kalah penting untuk dilakukan di perpustakaan sekolah, yaitu “Transformasi Pustakawan”. Citra lama mengenai pustakawan sudah mulai bergeser dengan tantangan yang kian majemuk, bukan hanya sebagai pendukung atau pendamping dalam pemenuhan kebutuhan informasi belaka, tetapi juga pada keahlian dan penguasaan menjangkau informasi dimana saja, kapan saja dan untuk siapa saja. Oleh karena itu perpustakaan sekolah memerlukan pustakawan yang :
a.Mempunyai keahlian baru (tidak hanya menguasai ilmu perpustakaan tetapi juga ilmu lainnya).
b.Memperluas pandangan mengenai posisi dan peran dalam peningkatan nilai informasi secara terus menerus.
c.Proaktif,
d.Kreatif dan inovatif
e.Memiliki etos kerja yang tinggi dan berkomitmen
f.Dan lain sebagainya.

3.Transformasi Layanan Perpustakaan
Layanan perpustakaan adalah pemenuhan kebutuhan dan keperluan kepada pengguna jasa perpustakaan. Tujuan layanan perpustakaan adalah melayani pengunjung dan pengguna perpustakaan. Aktivitas layanan perpustakaan dan informasi berarti penyediaan bahan pustaka secara tepat dan akurat dalam rangka memenuhi kebutuhan informasi bagi para pengguna perpustakaan. Perpustakaan memberikan layanan bahan pustaka kepada masyarakat adalah agar bahan pustaka tersebut yang telah diolah dapat dimanfaatkan dengan cepat oleh masyarakat pengguna perpustakaan.
Perpustakaan sekolah dapat meningkatkan layanan perpustakaan yang berbasis teknologi informasi, diantaranya adalah :
• Akses informasi secara online
• Akses artikel buku elektronik dan jurnal
• Pendidikan pemakai
• Pencarian informasi melalui Online Public Catalog Access (OPAC)
• Layanan pengembalian buku melalui telepon/sms
• Dan lain-lain

B.Program Perpustakaan Sekolah dalam Meningkatkan Minat Baca Siswa
Untuk meningkatkan minat baca siswa, maka pustakawan harus memiliki program yang menarik sehingga bisa mempengaruhi siswa secara tidak langsung untuk meningkatkan minat baca mereka. Ada pun program perpustakaan yang bisa dilakukan pustakawan adalah sebagai berikut :

1. User Education (Pendidikan Pemakai)
User education dilakukan pada saat MOS (Masa Orientasi Siswa), yaitu pengenalan perpustakaan dan sistem perpustakaan yang digunakan oleh perpustakaan yang bersangkutan. Metode user education ini dapat dilakukan dengan presentasi, games, kunjungan langung ke perpustakaan, dan membuat buku tentang perpustakaan sekolah yang bersangkutan.
2. Mengadakan beberapa kegiatan atau atau lomba untuk siswa, diantaranya adalah menggalang buku untuk disumbangkan ke perpustakaan lain, membuat reading log, dan beberapa lomba yang menarik untuk siswa, diantaranya adalah lomba menulis, lomba fotografi, lomba menggambar, lomba story telling, lomba menghias mading perpustakaan, dan lain sebagainya.
3. Bekerjasama dengan guru bahasa Indonesia.
Ada beberapa bentuk kerjasama yang dapat dilakukan dengan guru bahasa Indonesia, yaitu :
• Adanya pelajaran ilmu perpustakaan secara umum untuk siswa, sehingga siswa lebih mengenal dan mencintai perpustakaan.
• Mengadakan berbagai kegiatan di perpustakaan seperti membaca bersama, nonton bersama, story telling, dan membuat artikel untuk menghias mading perpustakaan.
4. Jika ada event atau kegiatan tertentu tentang perpustakaan, seperti memperingati hari buku sedunia, maka dapat diadakan kegiatan, diantaranya adalah :
• Seminar menulis (mengundang penulis terkenal yang diidolakan siswa)
• Mengadakan pameran buku
5. Membentuk komunitas Books Lovers
6. Melaksanakan program wajib perpustakaan
7. Resensi film (film yang berhubungan dengan pendidikan)
8. Dan lain sebagainya.

C.Transformasi Fasilitas Perpustakaan Sekolah
1. Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
Pengelola pustakawan sekolah/pustakawan dapat menciptakan kiat-kiat atau terobosan-terobosan baru untuk mengembangkan atau meningkatkan keberadaan sarana perpustakaan. Pustakwan berusaha mengelola perpustakaan sekolah secara professional. Dengan pengelolaan (manajemen) perpustakaan sekolah yang baik dapat menarik para siswa untuk mengunjungi dan memanfaatkan sarana yang ada di perpustakaan sekolah. Sebagai contoh dengan menerapkan tekonologi informasi dan komunikasi.

Teknologi informasi dan komunikasi telah membawa perubahan dalam berbagai bidang, termasuk perpustakaan. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) sebagai sarana dalam meningkatkan kualitas layanan dan operasional telah membawa perubahan yang besar di perpustakaan. Perkembangan dari penerapan teknologi informasi dan komunikasi dapat diukur dengan diterapkan/digunakan sebagai sistem informasi manajemen (SIM) dan perpustakaan Digital (digital library).
a. Fungsi TIK di perpustakaan sekolah adalah sebagai berikut :
• Menghubungkan pengguna perpustakaan dengan informasi baik di dalam lingkungan sekolah maupun diluar lingkungan sekolah
• meng’upload’ file hasil karya siswa dan mendiskusikan file yang di upload
• membuat perpustakaan digital pribadi
• membuat modul training literacy skills on-line dan offline
• merekam transaksi antara perpustakaan dan pemustaka

2. Gedung Perpustakaan.
Gedung atau ruangan perpustakaan merupakan sarana yang amat penting dalam penyelenggaraan perpustakaan. Pembangunan gedung perpustakaan perlu memperhatikan faktor-faktor fungsional dari kegiatan perpustakaan. Selain memerlukan gedung dan penataan ruang yang memadai, penyelenggaraan perpustakaan memerlukan sejumlah peralatan dan perlengkapan, baik untuk pelayanan kepada pengguna maupun kegiatan rutin perpustakaan untuk dapat segera dimanfaatkan.
Gedung atau ruangan perpustakaan adalah bangunan yang sepenuhnya diperuntukkan bagi seluruh aktivitas sebuah perpustakaan. Disebut gedung apabila merupakan bangunan besar dan permanent, terpisah dari gedung lain, sedangkan apabila hanya menempati sebagaian dari sebuah gedung atau hanya sebuah bangunan (penggunaan ruang kelas), relatif kecil disebut ruangan perpustakaan.

Gedung perpustakaan juga harus mengalami transformasi, baik dari segi bentuk, sarana dan prasarana didalamnya sehingga memberikan kesan yang menyenangkan dan memberi kenyamanan bagi siswa. Adapun transformasi yang dapat dilakukan di perpustakaan sekolah adalah :
a. Library space (ruang perpustakaan)
Perpustakaan yang baik adalah perpustakaan yang mengerti apa yang menjadi kebiasaan siswa, trend yang sedang mereka nikmati, sehingga perpustakaan sekolah dapat menyesuaikan dan medesign ruang perpustakaan. Trend yang sedang terjadi saat ini adalah siswa sekarang ini adalah generasi millennial, dimana mereka suka belajar bersama, menggunakan teknologi informasi untuk memenuhi kebutuhan informasi mereka, selalu on atau connected. Dengan kondisi siswa seperti diatas, maka perpustakaan sekolah harus mendesign ruangan perpustakaan sesuai dengan kriteria siswa, membagi ruangan untuk silent room, discussion room, ruangan audiovisual, dan lain sebagainya.

1. Meja dan kursi yang lebih baik.
Seiring dengan perkembangan zaman, maka semakin banyak variasi untuk meja dan kursi baca di perpustakaan. Pustakawan dapat melakukan improvisasi dengan memilih meja dan kursi yang menarik dan memberikan kenyamanan kepada siswa.

PENUTUP
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dan ilmu pengetahuan, membawa perubahan besar bagi perpustakaan sekolah dalam meningkatkan manajemen informasi. Transformasi perpustakaan sekolah ini dapat dimulai dengan hal-hal kecil yang sebelumnya tidak terpikirkan tetapi memiliki banyak dampak yang baik untuk semua citivitas akademik sekolah. Dengan adanya transformasi perpustakaan sekolah dari segi fungsi perpustakaan, layanan perpustakaan, pustakawan, program perpustakaan dan fasilitas perpustakaan diharapkan mampu membantu perpustakaan sekolah dalam meningkatkan minat baca siswa dan mewujudkan masyarakat yang cinta perpustakaan.

REFERENSI

Badan pusat statistik. 2009. Akses terhadap media massa. http://www.bps.go.id/tab_sub/view?php?table/=1daftar_subyek=27&notab=35. Diakses pada tanggal 11 Juni 2013.

Darmono. 2001. Manajemen dan Tata Kerja Perpustakaan Sekolah. Jakarta : Grasindo

Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Keempat. 2008. Departemen Pendidikan Nasional

Priyanto, Ida Fajar. 2010. Transformasi Perpustakaan di Era Digital. Universitas Gadjah Mada

UU No. 43 tahun 2007 Tentang Perpustakaan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s