Bangga Menjadi Pustakawan

Saya tidak pernah bermimpi untuk menjadi pustakawan. Bahkan nama pustakawan sangat asing bagi saya, dan saya baru mengenal nama itu ketika saya masuk kuliah di jurusan ilmu perpustakaan. Awalnya saya memang tidak tertarik untuk mengambil jurusan ini, karena memang kedengarannya sangat asing, tetapi ayah saya meyakinkan saya untuk untuk mengambil jurusan perpustakaan karena ayah saya sangat senang membaca. Akhirnya saya mengambil jurusan D3 Ilmu Perpustakaan dan Informasi di Universitas Sumatera Utara. Saya sama sekali tidak mempunyai gambaran seperti apa jurusan itu, dan apa yang akan saya pelajari, dan bagaimana dengan masa depan saya. Saya belajar banyak tentang ilmu perpustakaan, diantaranya adalah : Pengantar Ilmu Perpustakaan, Katalogisasi, Klasifikasi, Dokumentasi, Arsip, Promosi Perpustakaan, Manajemen, Teknologi Informasi dan masih banyak lagi.

Banyak hal baru yang saya pelajari dan saya temukan, dan ternyata jurusan ilmu perpustakaan itu menarik, dan hal baru yang membuka pikiran saya adalah :
1. ternyata dunia perpustakaan itu sangat komplek
2. ternyata pekerjaan di perpustakaan itu tidak hanya menyusun buku (Shelving) seperti kebanyakan orang pikirkan
3. ternyata mengelola dan memberi informasi yang cepat dan akurat adalah tugas utama pustakawan
4. ternyata menjadi pustakawan tidaklah harus mengerjakan tugas-tugas teknis, tetapi juga pustakawan harus mempersenjatai diri dengan banyak pengetahuan di luar ilmu perpustakaan, apakah itu teknologi informasi, manajemen, psikologi, public relation, dan lain sebagainya.

Harapannya setiap pustakwan harus menguasai segala ilmu, harus serba tahu, serba bisa, karena keterampilan seperti itu yang dituntut oleh pengguna perpustakaan.

Meskipun demikian, masih saja jurusan ilmu perpustakaan diremehkan oleh banyak orang, bahkan terkadang orang lain mengatakan, jurusan apa itu? Apakah tidak ada jurusan yang lain?. Pemikiran yang sama yang saya rasakan ketika pertama kali saya mengambil jurusan ini. Begitu juga dengan profesi pustakawan, masih banyak pustakawan yang malu mengakui bahwa dirinya adalah seorang pustakawan. Karena di Indonesia profesi pustakawan memang masih belum mendapatkan apresisasi dari masyarakat dibandingkan dengan profesi dokter, akuntan, pengacara, dan lain-lain. Karena apabila ada karyawan/staf yang bermasalah, baik di lembaga pemerintahan atau swasta akan ditempatkan di perpustakaan, hal ini semakin memperkuat dugaan bahwa perpustakaan atau menjadi pustakawan itu adalah orang-orang yang bermasalah.

Di kampus saya banyak sharing dengan dosen, kakak senior, bahkan teman-teman di jurusan ilmu perpustakaan, yang semakin membuka wawasan saya tentang dunia perpustakaan. Lulus D3 Ilmu perpustakaan tidak membuat saya merasa cukup, saya ingin menggali informasi yang lebih dalam mengenai dunia perpustakaan, sehingga saya melanjutkan studi saya di S1 Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi di Universitas Sumatera Utara (USU). Saya kebanjiran informasi dan wawasan baru mengenai dunia perpustakaan, dan membuat saya semakin penasaran untuk menambah wawasan yang lain yang bisa saya dapatkan apabila saya melanjutkan kuliah di bidang ilmu perpustakaan. Akhirnya saya melanjutkan kuliah saya di S2 Sekolah Pasca Sarjana Universitas Gadjah Mada (UGM). Tidak hanya dunia perpustakaan yang saya pelajari tetapi ada banyak ilmu lain yang saya dapatkan, filsafat, teori pembangunan, manajemen kelembagan, dukungan layanan informasi, public relation, dan lain sebagainya. Dari banyaknya bahan kuliah, kami mahasiswa justru dihajar dengan tugas-tugas yang membuat kami menemukan sendiri teori-teori sekaligus aplikasinya di lapangan. Pelajaran ini sangat membantu saya untuk mengubah pola pikir saya dan semakin membuka wawasan saya betapa luasnya ilmu pengetahuan yang dimiliki oleh seorang pustawakan. Dan saya semakin mencintai ilmu perpustakaan dan profesi saya sebagai seorang pustakawan. Saya tidak malu lagi mengatakan kepada orang lain bahkan saya bangga menjadi pustakawan.

Tahun 2010 saya berserta teman-teman saya dari UGM mengadakan studi banding atau study tour ke Singapura, Malaysia dan Thailand. Saya sangat mengagumi kemajuan perpustakaan di tiga negara tersebut, betapa perpustakaan menjadi salah satu bagian yang terpenting dari sebuah lembaga pendidikan, yang dapat membantu pengguna perpustakaan untuk mengetahui segala jenis dan bentuk informasi yang tersebar di seluruh dunia. Perkembangan perpustakaan di 3 negara tersebut membuat saya terkagum-kagum, perpustakaannya sangat nyaman, canggih dari segi sistem, gedung, perabot, dan segala sarana dan prasarana yang luar biasa. Dan saya berjanji pada diri saya sendiri, perpustakaan ditempat saya bekerja nantinya haruslah perpustakaan yang dapat memberikan kenyamanan kepada pengguna perpustakaan dan perpustakaan yang menarik untuk dikunjungi seperti berada dirumah sendiri.

Selain itu dari profesi pustakawan, saya juga bisa mengikuti berbagai lomba untuk perpustakaan sekolah, pustakawan dan sebagainya, dan dari sana kami dapat membuktikan bahwa kami pustakawan bisa berprestasi dan mampu bersaing dengan yang lainnya.

So… jangan malu dengan jurusan ilmu perpustakaan dan profesi sebagai Pustakawan, karena pekerjaan kita sungguh pekerjaan yang mulia. Saya bangga menjadi Pustakawan.

6 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s